• Lahirnya Pancasila

    Pada tahun 1945 ditandai dengan kekalahan Jepang dalam perang melawan Sekutu di kawasan Asia Pasifik. Pemerintah Jepang memberikan janji kemerdekaan di wilayah pendudukannya, antara lain di Indonesia untuk mencegah terjadinya pemberontakan.
    Untuk menanggapi kebijakan Jepang tersebut, maka dibentuklah Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) yang diketuai oleh Dr. Radjiman Wedyodiningrat. Badan penyelidik ini beranggotakan 58 orang dan terbagi dalam beberapa seksi serta satu panitia hukum dasar. Panitia hukum dasar beranggotakan 19 orang yang diketuai oleh Ir. Soekarno dan dalam perkembangannya berubah nama menjadi Panitia Undang-Undang Dasar. Dari Panitia Undang-Undang Dasar ini, dibentuk panitia kecil perancang Undang-undang Dasar yang dipimpin oleh Prof. Dr. Mr. Soepomo.
    BPUPKI melaksanakan dua kali sidang resmi. Yang pertama pada tanggal 28 Mei sampai 1 Juni 1945 untuk membahas dasar negara, dab sidang kedua pada tanggal 10-17 Juni 1945 bentuk negara, wilayah negara, kewarganegaraan dan sebagainya. Sidang pertama BPUPKI membicarakan dasar negara pada tanggal 29 Mei, yang menampilkan pembicara antara lain; Muhammad Yamin, Prof Dr Soepomo, Ir Soekarno dan Ki Bagus Hadi Kusumo.
    B.Pidato Muhammad Yamin tentang dasar negara;
    (1)Peri kebangsaan, negara kebangsaan sesuai dengan peradaban bangsa
    (2)peri kemanusiaan, kedaulatan harus berdasarkan peri kemanusiaan
    (3)peri Ketuhanan, bangsa yang berperadapan luhur mempunyai Tuhan YME
    (4)peri Kerakyatan, meliputi: 1)Permusyawaratan; dalam al Quran “Segala urusan harus dimusyawarahkan” 2)Perwakilan, keterpilihan orang yang memegang kekuasaan dan menjadi perwakilan 3)Kebijaksanaan, nasionalisme sebagai Hikmat kebijaksanaan dalam pimpinan kerakyatan :
    a)Paham Negara, negara RI merupakan negara kesatuan, berkedaulatan dan kerakyatan
    b)Pembelaan Negara; prinsip soal kemiliteran, pembelaan negara dan pertahanan negara
    c)Budi negara; 1.Setia Negara 2.Tenaga Negara 3.Kemerdekaan
    (5)Kesejahteraan rakyat.
    C.Pidato Prof Dr Soepomo
    Syarat mutlak suatu negara yakni daerah, rakyat, pemerintah yang berdaulat berdasar hukum internasional. Negara Indonesia berciri; Musyawarah, negara integralistik dan persatuan.
    D.Pidato Ir Soekarno tentang Dasar Negara
    (1)Kebangsaan, negara didirikan untuk semua orang atas dasar kebangsaan
    (2)Internasionalisme, Pendirian negara RI menuju pada kekeluargaan bangsa-bangsa
    (3)Mufakat,Perwakilan dan Permusyawaratan, agar kuat negara perlu pemusyawaratan
    (4)Kesejahteraan Sosial. Ekonomi yang mampu mendatangkan kesejahteraan sosial.
    D.Pidato Ki Bagoes Hadi Koesumo tentang Dasar Negara
    1)Iman/kepercayaan kepada Allah
    2)Beribadah dan berbakti kepada Allah
    3)Beramal sholeh
    4)Berjihad di jalan Allah .
    Dari tim 9 yang dibentuk untuk menyusun Pembukaan Undang-Undang Dasar terjadi diskusi dan tawar menawar yang cukup alot antara aliran Islam dan nasionalis dan akhirnya muncul dengan dasar negara dengan “kewajiban menjalankan syariat Islam bagi para pemeluknya” yang dikenal dengan nama Piagam Jakarta.
    Namun akhirnya muncul kerelaan untul lebih mendahulukan kepentingan bangsa sehingga pernyataan “kewajiban menjalankan syariat Islam bagi para pemeluknya” dihilangkan. Ada suasana kebatinan dan kebijaksanaan yang kuat sekali dalam musyawarah para pendiri bangsa (founding fathers) ketika menyusun dasar negara sehingga perbedaan yang ada dapat diselesaikan dan dasar negara Pancasila tersusun seperti yang ada sekarang. (DP)
  • Tokoh Kunci di Balik Proklamasi 17 Agustus 1945

    Kemerdekaan Indonesia yang diproklamasikan pada 17 Agustus 1945 merupakan tonggak perjuangan merebut kekuasaan dari tangan penjajah. Dengan adanya proklamasi Negara republik Indonesia berarti bangsa Indonesia memiliki hak untuk menentukan nasib sendiri dan lepas dari intervensi asing. Momentum proklamasi tersebut merupakan perjuangan seluruh komponen bangsa. Namun ada beberapa nama yang menjadi actor atau tokoh utama dibalik proklamasi kemerdekaan RI. Siapa tokoh-tokoh tersebut?
    1. Soekarno dan M. Hatta
    Soekarno Hatta bersama tokoh-tokoh nasional lainnya mulai mempersiapkan diri menjelang Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. Berdasarkan sidang yang diadakan oleh Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) panitia kecil untuk upacara proklamasi yang terdiri dari delapan orang resmi dibentuk. Pada tanggal 17 Agustus 1945, Indonesia memplokamirkan kemerdekaannya. Teks proklamasi secara langsung dibacakan oleh Soekarno yang semenjak pagi telah memenuhi halaman rumahnya di Jl.Pegangsaan Timur 56, Jakarta. Pada tanggal 18 Agustus 1945, Soekarno dan Mohammad Hatta diangkat oleh PPKI menjadi Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia. Pada tanggal 29 Agustus 1945 pengangkatan Presiden Soekarno dan Wakil Presiden Mohammad Hatta dikukuhkan oleh KNIP.
    2. Sayuti Melik
    Ia turut hadir dalam peristiwa perumusan naskah Proklamasi dan menjadi anggota susulan PPKI. Setelah itu ia menjadi anggota Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP).Beliau adalah tokoh yang mengetik naskah teks proklamasi setelah disempurnakan dari naskah tulisan tangan asli. Teks proklamasi tulisan tangan Bung Karno diketik oleh Sayuti Melik dengan beberapa perubahan kata.
    3. Sukarni dan 10 tokoh pemuda
    Sukarni adalah tokoh pemuda yang sebelumnya pernah memimpin asrama angkatan baru yang berlokasi di Menteng Raya 31. Sewaktu kabar kekalahan Jepang dalam Perang Pasifik samar-samar terdengar, Sukarni dan beberapa pemuda radikal mendesak kemerdekaan segera diproklamasikan. Mereka menculik Sukarno-Hatta ke Rengasdengklok. Sempat terjadi silang pendapat antara kedua generasi itu, Sukarno-Hatta akhirnya setuju dan keesokan harinya membacakan proklamasi.
    Tokoh pemuda revolusioner yang berperan mendorong sangat keras Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 yaitu : Sukarni, Chaenal Saleh, A.M. Hanafi, Adam Malik, Wikana, Pandu Kartawiguna, Maruto Nitimihardjo, Kusnaeni (Pancen), Darwis, Djohar Nur, dan Armunanto. Kelompok pemuini dinamakan Komite van Aksi Proklamasi di mana Sukarni berfungsi sebagai Ketua. Chairul Saleh berfungsi sebagai Wakil Ketua, dan AM. Hanafi berfungsi Sekretaris Umum, dan tokoh-tokoh lainnya berfungsi sebagai Anggota Komite. Oleh karena Sukarno-Hatta terlihat ragu-ragu menerima dorongan keras, maka para pemuda revolusioner mengambil keputusan untuk mengasingkan Sukarno Hatta ke luar kota Jakarta, dan kejadian ini kemudian terkenal sebagai ”penculikan Rengas Dengklok
    4. B.M. Diah
    Beliau merupakan tokoh yang berperan sebagai wartawan dalam menyiarkan kabar berita Indonesia Merdeka ke seluruh penjuru tanah air.
    5. Latif Hendraningrat, S. Suhud dan Tri Murti
    Mereka berperan penting dalam pengibaran bendera merah putih pada acara proklamasi 17-08-1945. Tri Murti sebagai petugas pengibar pemegang baki bendera merah putih.
    6. Syahrudin
    Adalah seorang telegraphis pada kantor berita Jepang yang mengabarkan berita proklamasi kemerdekaan Negara Indonesia ke seluruh dunia secara sembunyi-sembunyi ketika personil Jepang istirahat pada tanggal 17 agustus 1945 jam 4 sore.
    7. Soewirjo
    Beliau adalah walikota Jakarta Raya yang mengusahakan kegiatan upacara proklamasi yang diadakan di jalan Pegangsaan Timur no 56 Jakarta Pusat atau kediaman bung Karno. (DP / berbagai sumber)
  • Makna lima sila dalam Pancasila

    Makna lima sila dalam Pancasila akan dijelaskan pada artikel ini. Pancasila terdiri atas lima asas moral yang relevan menjadi dasar negara RI. Dalam kedudukannya sebagai falsafah hidup dan cita-cita moral, secara ringkas dapat dinyatakan bahwa:
    Sila Pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa; menuntut setiap warga negara mengakui Tuhan Yang Maha Esa sebagai pencipta dan tujuan akhir, baik dalam hati dan tutur kata maupun dalam tingkah laku sehari-hari. Konsekuensinya adalah Pancasila menuntut umat beragama dan kepercayaan untuk hidup rukun walaupun berbeda keyakinan.
    Sila Kedua, Kemanusiaan yang adil dan beradab; mengajak masyarakat untuk mengakui dan memperlakukan setiap orang sebagai sesama manusia yang memiliki martabat mulia serta hak-hak dan kewajiban asasi. Dengan kata lain,  ada sikap untuk menjunjung tinggi martabat dan hak-hak asasinya atau bertindak adil dan beradap terhadapnya.
    Makna lima sila dalam Pancasila untuk sila Ketiga, Persatuan Indonesia;  menumbuhkan sikap masyarakat untuk mencintai tanah air, bangsa dan negara Indonesia, ikut memperjuangkan kepentingan-kepentingannya, dan mengambil sikap solider serta loyal terhadap sesama warga negara.
    Sila Keempat, Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawarahan/perwakilan;  mengajak masyarakat untuk bersikap peka dan ikut serta dalam kehidupan politik dan pemerintahan negara, paling tidak secara tidak langsung bersama sesama warga atas dasar persamaan tanggung jawab sesuai dengan kedudukan masing-masing.
    Makna lima sila dalam Pancasila untuk sila Kelima, Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia; mengajak masyarakat aktif dalam memberikan sumbangan yang wajar sesuai dengan kemampuan dan kedudukan masing-masing kepada negara demi terwujudnya kesejahteraan umum, yaitu kesejahteraan lahir dan batin selengkap mungkin bagi seluruh rakyat.
    Etika Politik Kenegaraan
    Dalam kedudukannya sebagai etika politik kenegaraan, ditegaskan bahwa makna lima sila dalam Pancasila:
    Sila pertama, negara wajib:
    (1)  Menjamin kemerdekaan setiap warga negara tanpa diskriminasi untuk beribadah menurut agama dan kepercayaannya dengan menciptakan suasana yang baik.
    (2)  Memajukan toleransi dan kerukunan agama
    (3)  Menjalankan tugasnya untuk meningkatkan kesejahteraan umum sebagai tanggung jawab yang suci.
    Sila Kedua, mewajibkan:
    (1)  Negara untuk mengakui dan memperlakukan semua warga sebagai manusia yang dikaruniai martabat mulia dan hak-hak serta kewajiban kewajiban asasi
    (2)  Semua bangsa sebagai warga dunia bersama-sama membangun di dunia baru yang lebih baik berdasar kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial
    Sila ketiga mewajibkan negara untuk membela dan mengembangkan Indonesia sebagai suatu negara yang bersatu, memiliki solidaritas yang tinggi dan hidup rukun, membina dan menjunjung tinggi kebudayaan dan kepribadian nasional, serta memperjuangkan kepentingan nasional.
    Sila keempat mewajibkan negara untuk mengakui dan menghargai kedaulatan rakyat serta mengusahakan agar rakyat melaksanakan kedaulatannya secara demokratis tanpa diskriminasi melalui wakil-wakilnya. Negara wajib mendengarkan suara rakyat dan memperjuangkan kepentingan seluruh rakyat.
    Sila Kelima mewajibkan negara untuk:
    (1)  Mengikutsertakan seluruh rakyat dalam kehidupan ekonomi, sosial dan budaya
    Membagi beban dan hasil usaha bersama secara proporsional di antara semua warha negara dengan memperhatikan secara khusus mereka yang lemah kedudukannya agar tidak terjadi ketidakadilan serta kewenang-wenangan dari pihak yang kuat terhadap pihak yang lemah.
    Semoga tulisan ini bermanfaat agar kita paham mengenai makna lima sila dalam Pancasila.
  • Indonesia Raya : Tekad, Harapan, dan Tugas


    NKRI

    Sadarkah kita bahwa susunan lirik dari lagu Indonesia Raya merupakan soneta atau sajak 14 baris yang terdiri dari satu oktaf [atau dua kuatren] dan satu sekstet.
    Indonesia Raya yang diciptakan oleh Wage Rudolf Supratman dan dilantunkan pertama kali pada Kongres Pemuda di Batavia [sekarang Jakarta] pada tanggal 28 Oktober 1928 itu masih berupa musik saja [instrumentalia], dan baru pada tahun 1935 tercipta liriklagunya dalam 3 bait.
    Lirik Indonesia Raya merupakan seloka atau pantun berangkai, menyerupai cara empu Walmiki ketika menulis epik Ramayana, dan mengilhami para seniman angkatan Pujangga Baru untuk menggunakan soneta sebagai bentuk ekspresi puitis.
    Kekuatan dan kedalaman liriknya sangat avant garde, mengingat sang pencipta Wage Rudolf Supratman sendiri meninggal dunia pada tahun 1938 atau 7 tahun sebelum kemudian lagu yang diciptakannya dikukuhkan menjadi lagu kebangsaan.
    Seorang komponis yang sangat nasionalis sekaligus visioner yang lewat karya dan proses yang menuntunnya ikut mengawal bangsa kita untuk selalu ingat akan hakikatnya sebagai bangsa yang besar, persis sejalan dengan garis dari leluhur kita tentang Nusantara, yaitu:
    “Negara kang panjang punjung pasir wukir, gemah ripah loh jinawi, tata tentrem kerto raharjo”
    Marilah Kita Berjanji, Indonesia Abadi !

    Indonesia Raya
    ciptaan Wage Rudolf Supratman

    Bait I
    Indonesia Tanah Airku,
    Tanah Tumpah Darahku,
    Disanalah Aku Berdiri
    Jadi Pandu Ibuku,
    Indonesia, Kebangsaanku,
    Bangsa Dan Tanah Airku,
    Marilah Kita Berseru,
    Indonesia Bersatu!
    Hiduplah Tanahku,
    Hiduplah Negriku,
    Bangsaku, Rakyatku semuanya!
    Bangunlah Jiwanya,
    Bangunlah Badannya,
    Untuk Indonesia Raya!

    Bait II
    Indonesia, Tanah Yang Mulia,
    Tanah Kita Yang Kaya,
    Disanalah Aku Berdiri,
    Untuk Slama-lamanya,
    Indonesia Tanah Pusaka,
    Pusaka Kita Semuanya,
    Marilah Kita Mendoa
    Indonesia Bahagia!
    Suburlah Tanahnya,
    Suburlah Jiwanya,
    Bangsanya, Rakyatnya, Semuanya!
    Sadarlah Hatinya,
    Sadarlah Budinya,
    Untuk Indonesia Raya!

    Bait III
    Indonesia, Tanah Yang Suci,
    Tanah Kita Yang Sakti,
    Disanalah Aku Berdiri,
    Menjaga Ibu Sejati,
    Indonesia Tanah Berseri,
    Tanah Yang Aku Sayangi,
    Marilah Kita Berjanji,
    Indonesia Abadi!
    Slamatlah Rakyatnya,
    Slamatlah Putranya,
    Pulaunya, Lautnya, Semuanya!
    Majulah Negrinya,
    Majulah Pandunya,
    Untuk Indonesia Raya!

    Reff:
    Indonesia Raya, Merdeka, Merdeka,
    Tanahku, Negriku Yang Kucinta,
    Indonesia Raya, Merdeka, Merdeka,
    Hiduplah Indonesia Raya!
    Indonesia Raya, Merdeka, Merdeka,
    Tanahku, Negriku Yang Kucinta,
    Indonesia Raya, Merdeka, Merdeka,
    Hiduplah Indonesia Raya!

    PEMAHAMAN:
    Lagu Kebangsaan kita, “Indonesia Raya” ciptaan Wage Rudolf Supratman dengan versi utuh 3 bait ini sungguh sangat membangkitkan rasa Nasionalisme kita, sangat terasa getar dan spirit dari semua leluhur bangsa kita yang seakan-akan menuntun langsung proses dari
    penciptaan lirik-lirik ini, sekiranya sudah saatnya semua rakyat kita ikut menyimak dan memahami keseluruhan isi dari lagu Indonesia Raya ini.
    Benang merah dari bait kesatu – kedua – ketiga :
    ~ bait kesatu
    Aku berdiri jadi Pandu Ibuku dengan cara membangun jiwa dan raga.
    ~ bait kedua
    Aku berdiri untuk selamanya, karena Indonesia Tanah Pusaka, maka dari itu . . . lewat doa, di-doakanlah supaya tanahnya harus subur, dan jiwa rakyatnya juga subur, jiwa rakyat disini lebih merupakan paduan antara hati [bathin] dan budi [perilaku].
    ~ bait ketiga
    Indonesia Tanah yang Suci dan Sakti, maka dari itu : aku berdiri menjaga sang Ibu, agar tanah ini berseri.
    Berjanjilah Indonesia Abadi, dengan cara: selamatkan rakyat, selamatkan putra terpilih, maka “Negeri ini dan pemimpinnya akan maju”.
    Inti dan benang merah dari keutuhan 3 bait itu adalah :
    Tekad, Harapan, dan Tugas!
    ( Dari berbagai sumber )
  • Sekilas Makna Lambang Negara Garuda Pancasila

    pancasila 4


    Undang-Undang Dasar 1945 menyatakan bahwa Lambang Negara Republik Indonesia adalah Garuda Pancasila, Hal ini dipertegaskan oleh Pemerintah Republik Indonesia dengan mengeluarkan Peraturan Pemerintah No. 66 Tahun 1951 tentang Lambang Negara yang menetapkan Garuda Pancasila sebagai Lambang Negara Republik Indonesia.
    Penggunaan Garuda Pancasila sebagai Lambang Negara juga diatur dalam UU No. 24 Tahun 2009 yang menyatakan bahwa “Lambang Negara Kesatuan Republik Indonesia berbentuk Garuda Pancasila yang kepalanya menoleh lurus ke sebelah kanan, perisai berupa jantung yang digantung dengan  rantai pada leher Garuda, dan Semboyan Bhinneka Tunggal Ika ditulis diatas pita yang dicengkeram oleh Garuda”.
    Burung Garuda berwarna kuning emas mengepakkan sayapnya dengan gagah menoleh ke kanan. Dalam tubuhnya mengemas kelima dasar dari Pancasila.  Di tengah tameng yang bermakna benteng ketahanan filosofis, terbentang garis tebal yang bermakna garis khatulistiwa, yang merupakan lambang geografis lokasi Indonesia.
    Secara tegas bangsa Indonesia telah memilih burung Garuda sebagai lambang kebangsaannya yang besar, karena garuda adalah burung yang penuh percaya diri, energik dan dinamis.  Ia terbang menguasai angkasa dan memantau keadaan sendiri, tak suka bergantung pada yang lain.  Garuda yang merupakan lambang pemberani dalam mempertahankan wilayah, tetapi dia pun akan menghormati wilayah milik yang lain sekalipun wilayah itu milik burung yang lebih kecil.  Warna kuning emas melambangkan bangsa yang besar dan berjiwa priyagung sejati.
    Burung garuda yang juga punya sifat sangat setia pada kewajiban sesuai dengan budaya bangsa yang dihayati secara turun temurun.  Burung garuda pun pantang mundur dan menyerah. Legenda semacam ini juga diabadikan sangat indah oleh nenek moyang bangsa Indonesia pada candi dan di berbagai prasasti sejak abad ke-15.

    Makna Lambang Garuda Pancasila
    Burung Garuda melambangkan kekuatan.Warna emas pada burung Garuda melambangkan kejayaan.Perisai di tengah melambangkan pertahanan bangsa Indonesia. Masing-masing simbol di dalam perisai melambangkan sila-sila dalam Pancasila, yaitu:
    Bintang melambangkan sila Ketuhanan Yang Maha Esa [sila ke-1].
    Rantai melambangkan sila Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab [sila ke-2].
    Pohon Beringin melambangkan sila Persatuan Indonesia [sila ke-3].
    Kepala banteng melambangkan sila Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan dan Perwakilan [sila ke-4].
    Padi dan Kapas melambangkan sila Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia [sila ke-5].

    Warna merah-putih melambangkan warna bendera nasional Indonesia. Merah berarti berani dan putih berarti suci. Garis hitam tebal yang melintang di dalam perisai melambangkan wilayah Indonesia yang dilintasi Garis Khatulistiwa.

    Makna Jumlah Bulu pada Burung Garuda
    Jumlah bulu melambangkan hari proklamasi kemerdekaan Indonesia (17 Agustus 1945), antara lain:
    Jumlah bulu pada masing-masing sayap berjumlah 17
    Jumlah bulu pada ekor berjumlah 8
    Jumlah bulu dibawah perisai/pangkal ekor berjumlah 19
    Jumlah bulu pada leher berjumlah 45
    Pita yang dicengkeram oleh burung garuda bertuliskan semboyan negara Indonesia, yaitu Bhinneka Tunggal Ika yang berarti “walaupun berbeda beda, tetapi tetap satu”.
    Lagu Garuda Pancasila diciptakan oleh Sudharnoto sebagai lagu wajib perjuangan Indonesia.

    Lirik lagu Garuda Pancasila:
    Garuda Pancasila
    Akulah pendukungmu
    Patriot proklamasi
    Sedia berkorban untukmu
    Pancasila dasar negara
    Rakyat adil makmur sentosa
    Pribadi bangsaku
    Ayo maju maju
    Ayo maju maju
    Ayo maju maju
    (Dirangkum dari Berbagai sumber)
  • BENDERA MERAH PUTIH LAMBANG KEBESARAN NEGARA

    bendera merah putih
    BENDERA MERAH PUTIH LAMBANG
     KEBESARAN NEGARA
    BPCB Aceh :      Bendera adalah lambang kebesaran, kewujudan dan kedaulatan sebuah wilayah atau Negara karena itu bendera tidak  boleh digunakan untuk alat menghapus atau menutup sesuatu benda. Dalam sebuah Negara ataupun sebuah organisasipun sangat perlu sebuah simbul atau lambang. Simbul-simbul tersebut mempunyai berbagai bentuk dimana salah satunya bendera. Bendera telah digunakan pada abad ke 16 dalam bentuk, warna yang beraneka ragam dan model yang berbeda-beda. Pada tahun 1122 masehi Maharaja Chou yang merupakan pangeran Dinasti chou di negra china telah menggunakan bendera warna putih belio adalah pengguna bendera yang pertama didunia. Bendera dalam bahas inggis disebut flag perkataan flag berasal dari Old dasaxon atau german. Flaken atau flegan yang artinya mengibar atau mengapung diatas angin, bendera adalah semangat patriot. Seperti kata pujangga “ Bendera adalah suatu pekara yang mudah yaitu tak lebih dari pada sehelain kain berwarna walau bagaimanapun manusia matimatian mempertahankannya.
    Bendera Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang secara singkat disebut Bendera Negara, adalah Sang Merah Putih. Bendera Negara Sang Merah Putih berbentuk empat persegi panjang dengan ukuran lebar 2/3 (dua-pertiga) dari panjang serta bagian atas berwarna merah dan bagian bawah berwarna putih yang kedua bagiannya berukuran sama.Bendera Indonesia memiliki makna filosofis. Merah berarti berani, putih berarti suci. Merah melambangkan tubuh manusia, sedangkan putih melambangkan jiwa manusia. Keduanya saling melengkapi dan menyempurnakan untuk Indonesia.
    Sejarah
    Warna merah-putih bendera negara diambil dari warna Kerajaan Majapahit. Sebenarnya tidak hanya kerajaan Majapahit saja yang memakai bendera merah putih sebagai lambang kebesaran. Sebelum Majapahit, kerajaan Kediri telah memakai panji-panji merah putih. Selain itu, bendera perang Sisingamangaraja IX dari tanah Batak pun memakai warna merah putih sebagai warna benderanya , bergambar pedang kembar warna putih dengan dasar merah menyala dan putih. Warna merah dan putih ini adalah bendera perang Sisingamangaraja XII. Dua pedang kembar melambangkan piso gaja dompak, pusaka raja-raja Sisingamangaraja I-XII.  Ketika terjadi perang di Aceh, pejuang – pejuang Aceh telah menggunakan bendera perang berupa umbul-umbul dengan warna merah dan putih, di bagian belakang diaplikasikan gambar pedang, bulan sabit, matahari, dan bintang serta beberapa ayat suci Al Quran. Di zaman kerajaan Bugis Bone,Sulawesi Selatan sebelum Arung Palakka, bendera Merah Putih, adalah simbol kekuasaan dan kebesaran kerajaan Bone.Bendera Bone itu dikenal dengan nama Woromporang  Pada waktu perang Jawa (1825-1830 M) Pangeran Diponegoro memakai panji-panji berwarna merah putih dalam perjuangannya melawan Belanda. Kemudian, warna-warna yang dihidupkan kembali oleh para mahasiswa dan kemudian nasionalis di awal abad 20 sebagai ekspresi nasionalisme terhadap Belanda. Bendera merah putih digunakan untuk pertama kalinya di Jawa pada tahun 1928. Di bawah pemerintahan kolonialisme, bendera itu dilarang digunakan. Sistem ini diadopsi sebagai bendera nasional pada tanggal 17 Agustus 1945, ketika kemerdekaan diumumkan dan telah digunakan sejak saat itu pula.
                 Bendera Negara dibuat dari kain yang warnanya tidak
              Luntur  dan dengan ketentuan ukuran:
    1.  200 cm x 300 cm untuk penggunaan di lapangan istana kepresidenan;
    2. 120 cm x 180 cm untuk penggunaan di lapangan umum;
    3. 100 cm x 150 cm untuk penggunaan di ruangan;
    4. 36 cm x 54 cm untuk penggunaan di mobil Presiden dan Wakil Presiden;
    5. 30 cm x 45 cm untuk penggunaan di mobil pejabat negara;
    6. 20 cm x 30 cm untuk penggunaan di kendaraan umum;
    7. 100 cm x 150 cm untuk penggunaan di kapal;
    8. 100 cm x 150 cm untuk penggunaan di kereta api;
    9. 30 cm x 45 cm untuk penggunaan di pesawat udara;dan
    10. 10 cm x 15 cm untuk penggunaan di meja.
    Sumber : UU1945 pasal 35, UU No 24/2009, dan Peraturan Pemerintah, No.40/1958
    tentang Bendera Kebangsaan Republik Indonesia
          Ke Bakkara: Ziarah Sisingamangaraja.Kompas, Minggu, 14 Agustus 2005.
    http: kompas.com/kompas-cetak/0508/14/perjalanan.htm
    http://suryantara.wordpress.com/2007/10/30/sejarah-bendera-merah-
    putih
    http.//wiki pidia bahasa indonesia
    Abdul Razak Bin Ismail : Bendera,Banner, Lambang Lagu kebangsaan dan lagu kebesaran negeri-negeri di Malaysia dicetek oleh Gepita Maju Sdn.Bhd.25-1 Lr 6/91 Taman Shemelin Perkasa Kuala Lumpur B.005 (BM) Desember 2005
  • Akhlak Terpuji dan Tercela kepada Allah SWT

     
        A.  Akhlak Terpuji Kepada Allah SWT
           Akhlak  adalah suatu kebiasaan sikap dan perbuatan spontan dalam kehidupan sehari-hari yang telah tertanam dalam jiwa seseorang. Akhlak yang terpuji atau yang disebut dengan akhlak mahmudah berkebalikan dengan akhlak yang tercela atau akhlak mazmumah. Akhlak yang yang terpuji adalah segala kebiasaan perilaku yang baik, sedangkan akhlak yang tercela sebaliknya. Apa sajakah akhlak terpuji kepada Allah? Pahamilah uraian materi berikut!

    A.   Ikhlas
           Ikhlas artinya melakukan perbuatan  dengan mengharapkan keridhoan Allah semata, bukan karena mengharapkan keuntungan dari orang lain.
           Prof. Dr. Hamka mendefinisikan ikhlas ialah bersih, tidak ada campuran, ibarat emas adalah emas tulen (asli) tidak bercampur perak sedikitpun, maksudnya ikhlas berarti murni dan bersih dari sifat tamak, riya, dan sombong kepada siapapun juga.
           Adapun sifat-sifat tamak yang merusak ikhlas antara lain sebagai berikut.
    1.     Riya
    Riya adalah memperhatikan amal untuk mendapat pujian dari orang lain.
    2.    Sum’ah
    Sum’ah adalah menceritakan amalan untuk mendapatkan perhatian dan sanjungan.
    3.    Nifak
    Nifak adalah memamerkan amalan agar masyarakat/orang lain memberikan penghargaan kepadanya padahal hatinya benci pada amal itu.
    Isyrak
    4.    Isyrak artinya bercampur dengan yang lain atau berserikat.
    “Sesungguhnya (nilai) perbuatan itu (tergantung) dengan niatnya, sesungguhnya bagi setiap orang (ganjaran/pahala) menurut apa yang diniatkan”. (H.R. Bukhari dan Muslim)
    Perhatikan Q.S Al-A’raf [7] ayat 29 berikut!
    (29)... ۚ لدِّينَ لَهُ مُخْلِصِينَ وَادْعُوهُ مَسْجِدٍ كُلِّ عِنْدَوُجُوهَكُمْ وَأَقِيمُوا …
    “…       Hadapkanlah mukamu lurus-lurus tiap-tiap sembahyang dan mintalah kepada-Nya serta mengikhlaskan agama kedapa-Nya…” (Q.S. Al-A’raf [7]:29)

    Al-Qur’an surat Al-Bayyinah ayat 5!
     Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus”. (Q.S.Al-Bayyinah[98]:5)

    Contoh akhlak ikhlas, adalah sebagai berikut :      
    1.    Sahabat  Abu Bakar As Sidiq pembebaskan budak bernama Bilal Bin Rabbah dengan hartanya sendiri, meskipun hartras yang dikeluarkan tidak sedikit.
    2.    Mengambil kotoran yang menghalangi jalan tanpa perintah orang lain.
    3.    Membantu ibu mengerjakan pekerjaan rumah tanpa dipintah dahulu.,

    B.  Taat
              Taat artinya telah memenuhi dan melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan-larangan Allah, dengan ikhlas semata-mata mengharap ridho Allah. Taat dalam hal ini juga dapat disebut dengan taqwa kepada Allah.
           Cara menaati Allah dapat dilakukan dengan mengikuti ketentuan-ketentuan didalam Al-Qur’an dan mencontoh prilaku Rasulullah SAW. Perhatikan firman Allah berikut ini:
    1.    Q.S An-Nisaa [4] ayat 59
    Artinya: “Hai orang-rang yang beriman taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya) dan ulil amri diantara kamu...” (Q.S An-Nisaa [4] ayat 59)
                     
    2.    Q.S Al-Anfal [8] ayat 46
    Artinya: “Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan , yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar”. (Q.S Al-Anfal [8] ayat 46

    C. Khauf
           Khauf artinya bersikap takut dan khawatir. Akhlak khauf terhadap Allah artinya senantiasa  takut dan khawatir terhadap Allah SWT akan azab-Nya apabila melanggar larangan-Nya karena Allah selalu mengawasi segala perbuatan hamba-hamba-Nya. Perhatikan ayat-ayat berikut !
    1.    Q.S Al- Fathir [35] ayat 2
    Artinya: “Takut kepada Allah diantarta hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama “. (Q.S Al-Fathir [35] ayat 28)

    2.    Q.S Ali-Imran [ 3] ayat 175 .
    Artinya: “sesungguhnya mereka itu tidak lain hanyalah syetan yang menakutnakuti (kamu) dengan kawan-kawannya (orang-orang musyrik Quraisy ), karna itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku, jika kamu benar-benar beriman “. (Q.S Ali-Imran [3] ayat 175)

    3.    Q.S. An-Naazi’at [79] ayat 40 dan 41
    Artinya: “Dan adapun orang-orang yanga trakut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawanafsunya, maka sesungguhnya surgalah tempat  tinggal(nya) “. (Q.S Al-Naazi’at [79] ayat 40 dan 41).
    Menurut sabda Rasulullah SAW, ada 3 perkara yang dapat menyelamatkan manusia, yaitu sebagai berikut .
    1.    Takut kepada Allah ditempat yang tersembunyi maupun  yang terang.
    2.    Berlaku adilk pada waktu rela maupun pada waktu lemah.
    3.    Hidup sederhana pada waktu miskin maupun pada waktu kaya.
    (H.R. Abu Syaikh )
    Adapun  hal-hal yang mendorong manusia bersikap Khauf kepada Allah antara lain sebagai berikut :
    1.    Mengetahui bahwa azab Allah sangat pedih.
    2.    Mengetahui keagungan dan kekuasaan Allah.
    3.    Meyakini bahwa segala perbuatan akan mendapat balasan dari Allah.
    4.    Menahan nafsu dan senantiasa berdzikir kepada Allah .
    Contoh akhlak Khauf terhadap Allah
    1.    Dalam situasi dan kondisi apapun , iman seseorang tetap dijaga sehingga selalu menegakkan kebenaran dan keadilan, yang iya takuti hanya azab Allah bila melanggar apa yang dilarang-Nya.
    2.    Mengerjakan kewajiba bagi seorang muslim karna takut akan azab Allah seperti: sholat lima waktu, puasa, zakat, dan haji.
    D. Tobat
           Tobat artinya meninggalkan perbuatan salahj atau dosa dengan penyesalan. Akhlak tobat kepada Allah artinya sikap untuk meninggalkan sifat dan perbuatan dosa dengan penyesalan diiringi niat untuk tidak melakukan perbuatan dosa itu lagi. Perhatikan firman Allah berikut :
    1.    Q.S. An-Nur [24] ayat 31
     Artinya: “Dan tobatlah  kamu semua  kepada Allah wahai orang-orang yang beriman  agar kamu beruntung. “ (Q.S. An-Nur [24] ayat 31)

    2.    Q.S. At-Thamrin [66] ayat 8
     Artinya; “Hai orang-orang yang beriman, bertobatlah kepada Allah dengan tobatan nasuha (tobat yang semurni-murninya). Mudah-mudahan Robbmu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu kedalam jannah yang mengalir dibawahnya sungai-sungai.” (Q.S. At-Thamrin [66] ayat 8)


           Contoh dari Rasulullah tersebut dapat dilakukan dengan cara membaca istigfar pada setiap selesai  sholat fardhu 7 kali untuk dosa lahir dan 7 kali  dosa batin sehingga perhitungannya 2 x 7 x 5 = 70 kali.
    Ada beberapa syarat agar tobat kita diterima Allah SWT
    1.    Menghentikan perbuatan maksiat atau dosa.
    2.    Menyesali segala dosa yang diperbuat.
    3.    Berjanji dengan sepenuh hati untuk tidak mengulangi lagi.
    4.    Jika menyangkut orang lain, harus minta maaf kepada yang bersangkutan.

    B.   AKLAK TERCELA KEPADA ALLAH SWT

    Akhlak tercela kepada Allah  antara lain :
    A.   RIYA’
    1.    Pengertian Riya’
    Kata riya’ berasal dari bahasa arab yang berarti memperlihatkan atau pamer, yaitu memperlihatkan sesuatu pada orang lain, baik barang maupun perbuatan baik yang dilakukan, dengan maksud agar orang lain dapat melihatnya dan akhirnya memujinya. Kata lain mempunyai arti serupa dengan riya’ ialah sum’ah. Sum’ah berarti kemasyhuran nama, baik sebutan. Orang yang sum’ah dengan perbuatan baiknya, berarti ingin mendengar pujian orang lain terhadap kebaikan yang ia lakukan. Dengan adanya pujian tersebut, akhirnya masyur lah nama baiknya dilingkungan masyarakat . disebutkan dalam sebuah hadits :
    Artinya : “ barang siapa (berbuat baik ) karena ingin didengar oleh  orang lain (sum’ah ), maka Allah akan mendengarkan kejelekkannya kepada orang lain. Dan barang siapa (bebuat baik ) karena ingin dilihat orang lain ( riya’), maka Allah akan perlihatkan kejelekkannya pada orang lain “. (H.R Bukhari ).
    2.    Bentuk-Bentuk (contoh ) Perbuatan Riya’
    Bentuk-bentuk (contoh) perbuatan riya’, antara lain sebagai berikut :
    a.    Seorang siswa mau melaksanakan tugas piketnya secara baik sesudah guru masuk kekelas, dengan harapan agar guru menilai bahwa siswa tersebut  tergolong siswa yang rajin melaksanakan tugas.
    b.    Seseorang yang menyantuni anak yatim dihadapan banyak orang dengan maksud agar orang banyak menilai dirinya sebagai orang yang dermawan dan baik hati.
    3.    Larangan Berbuat Riya’
    Artiya : “ wahai orang-orang yang beriman ! janganlah kamu merusak sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti ( perasaan penerima ), seperti orang yang menginfaqkan hartanya karna riya’ (pamer ) kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari akhir. Perumpamaannya (orang itu) seperti batu yang licin yang diatasnya ada debu, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, maka tinggallah batu itu licin lagi. Mereka tidak memperoleh sesuatu apapun dari apa yang mereka kerjakan dan Allah tidak member petunjuk kepada orang-orang kafir.” (Q.S. Al-Baqarah /2:264).
    4.    Akibat Buruknya Riya’
    Adapun akibat buruknya riya’ adalah sebagai berikut :
    a.    Menghapus pahala amal baik sebagaimana dijelaskan dalam Q.S. Al-Baqarah ayat 264.
    b.    Mendapat dosa besar karena riya’ termasuk perbuatan syirik.
    c.    Tidak selamat dari bahaya kekafiran karena riya’ sangat dekat dengan hubungannya sikap kafir.
    5.    Perilaku Menghindari Riya’
    Perilaku menghindari riya’ antara lain :
    a.    Melatih diri untuk beramal secara ikhlas, walaupun sebesar apapun yang dilakukan.
    b.    Mengendalikan diri agar tidak merasa bangga apanila ada orang lain memuji amal baik yang dilakukan.
    c.    Menahan diri agar tidak emosi apabila ada oranglain yang meremehkan kebaikan yang dilakukan.
    d.    Tidak suka memuji kebaikan orang lain secara berlebih-lebihan karena hal itu dapat mendorong pelakunya menjadi riya’ atas kebaikannya
    e.    Melatih diri untuk bersaedekah secara sembunyi-sembunyi untuk menghindari sanjungan orang lain.

    2. NIFAK
    1. PENGERTIAN NIFAK
    Nifak atau kemunafikan berasal dari bahasa arab yang berarti salah satu liang binatang yarbu’yaitu hewan semacam tikus yang memiliki lebih dari satu liang sehingga takala dia di kejar melaui satu liang akan lari menuju liang yang lain. Secara bahasa, kata nifak berarti pura-pura agamanya, lubang tikus dipadang pasir yang susah ditebak tembusannya.
    Secara istilah, berarti sikap yang tidak menentu, tidak sesuai antara ucapan dan perbuatannya. Orang yang memiliki sifat nifak disebut munafik.
    Hal ini juga disampaikan oleh Allah dalam surat QS. At-Taubah: 67:

    الْمُنَافِقُونَ وَالْمُنَافِقَاتُ بَعْضُهُمْ مِنْ بَعْضٍ يَأْمُرُونَ بِالْمُنْكَرِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمَعْرُوفِ وَيَقْبِضُونَ أَيْدِيَهُمْ نَسُوا اللَّهَ فَنَسِيَهُمْ إِنَّ الْمُنَافِقِينَ هُمُ الْفَاسِقُونَ

    67. Orang-orang munafik laki-laki dan perempuan. sebagian dengan sebagian yang lain adalah sama, mereka menyuruh membuat yang munkar dan melarang berbuat yang ma'ruf dan mereka menggenggamkan tangannya[648]. mereka Telah lupa kepada Allah, Maka Allah melupakan mereka. Sesungguhnya orang-orang munafik itu adalah orang-orang yang fasik. [648] Maksudnya: berlaku kikir[1]
    Rasulullah SAW menjelaskan bahwa ciri-ciri munafik ada tiga macam.
    Sabda beliau sebagai berikut.
    Artinya: “tanda-tanda munafik ada tiga macam. Apabila bicara, dusta; apabila berjanji, ingkar; apabila dipercaya, khianat. (HR. Al-Bukhari nomor 32)

    2. Macam-macam Nifak:
    1.          Nifak i’tiqadi yakni kemunafikan yg bersifat keyakinan. Ini merupakan nifaq besar. Yaitu seseorang yg menyembunyikan keyakinan kafir lalu menampakkan keislaman. Seolah-olah ia beriman padahal dlm hati menyimpan keyakinan kafir.
    2.          Nifak ‘amali yakni kemunafikan yg bersifat amalan. perbuatan yang biasa dilakukan     orang munafik. Misal berkata dusta, ingkar janji ,khianat terhadap yg memberi amanat atau berbuat curang. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
    “Empat hal tersebut apabila ada pada diri manusia ,maka dia seorang munafik yg murni dan barangsiapa yg terdapat salah satu dari empat hal tersebut berarti  pada diri mansia terdapat sebuah kemunafikan: jika dipercaya berkhianat jika berbicara berdusta jika berjanji tdk menepati dan jika bertikai ia berbuat curang.”
    SumberBacaan
    1.Kitabut Tauhid Asy-Syaikh Shalih Al-Fauzan hal: 17-19                                                        
    2.Al-Haqiqatusy Syariyyah Muhammad ‘Umar Bazmul hal: 165
    3. Tafsir As-Sa’di edisi revisi cet. Ar-Risalah hal: 944

    3. CONTOH PERBEDAAN ANTARA NIFAK BESAR DAN NIFAK KECIL
    Nifak besar mengeluarkan pelakunya dari agama, sedangkan nifak kecil tidak mengeluarkan dari agama.
    1.      Nifaq besar berbeda antara yang lahir dengan yang batin dalam hal keyakinan, sedangkan nifaq kecil berbeda antara yang lahir dengan yang batin dalam hal perbuatan bukan dalam hal keyakinan.
    2.      Nifak besar tidak terjadi dari seorang mukmin, sedanghkan nifak kecil bisa terjadi dari seorang mukmin.
    3.   Pada galibnya, pelaku nifaq besar tidak bertaubat, seandainya pun bertaubat, maka ada perbedaan pendapat tentang diterimanya taubatnya di hadapan hakim. Lain halnya dengan pelakunya terkadang bertaubat kepada Allah, sehngga Allah menerima taubatnya. [‘Aqidah at-Tauhid (hal. 85-88) oleh Dr. Shalih bin Abdullah al-Fauzan]

    4. Akibat Buruk Nifak
    1.Tercela dalam pandangan Allah SWT dan sesame manusia sehingga dapat menjatuhkan nama baiknya sendiri.
    2. Hilangnya kepercayaan dari orang lain atas dirinya sendiri.
    3. Tidak disenangi dalam pergaulan hidup sehari –hari
    4.  Mempersempit jalan untuk memperoleh rezeki karena orang lain tidak mempercayai lagi.
    5. Mendapat siksa yang amat pedih kelak di hari akhir.
    6.  Menimbulkan kekecewaan hati sehingga dapat merusak hubungan   persahabatan yang telah terjalin baik.
    7. Membuka peluang munculnya fitnah karena ucapan atau perbuatannya yang tidak menentu.


    3.  KUFUR
    1. Pengertian kufur.
    Kufur Secara etimologi, kufur artinya menutupi, tidak percaya.
    sedangkan menurut terminology , kufur artinya ingkar terhadap Allah swt, atau tidak beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, baik dengan mendustakannya maupun tidak. mendustakan, kalau mendustakan berarti menentang dan menolak, tetapi kalau tidak mendustakan artinya hanya sekedar tidak iman dan tidak percaya.

    2. Macam-Macam Kufur
    [1]. Kufur Zindik, yaitu tidak mau mengakui kebenaran ajaran Islam tetapi berpura-pura sebagai pemeluk Islam dengan tujuan menghancurkan Islam dari dalam.
    [2]. Kufur Inadi, yaitu meyakini adanya Allah dengan hati dan ucapan, tetapi tidak patuh kepada hukum-hukum Allah.
    [3]. Kufur Mu’athil (Atheis), yaitu tidak percaya akan adanya Tuhan.
    [4]. Kufur Nikmat, yaitu tidak bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah.
    Sebagaimana yang disebutkan dalam firmanNya.
    يَعْرِفُونَ نِعْمَتَ اللَّهِ ثُمَّ يُنْكِرُونَهَا وَأَكْثَرُهُمُ الْكَافِرُونَ [١٦:٨٣]
    Mereka mengetahui nikmat Allah, kemudian mereka mengingkarinya dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang kafir.

    [5]. Kufur Juhud, yaitu mengingkari kebenaran agama Allah.


    3. Akibat Kufur
    Tiga bentuk azab

    Jika merujuk pada QS al-An’am [6]: 65, ada tiga bentuk azab yaitu :.

    Bentuk azab yang pertama lahir sebagai teguran kepada manusia yang sebelumnya telah diuji dengan berbagai bencana di daratan maupun di lautan (QS [6]: 63-64). Pada saat ujian tersebut datang, manusia berlomba-lomba memohon kepada Allah dan mendekatkan diri kepada-Nya agar dapat diselamatkan dari berbagai musibah yang terjadi. Namun, ketika mereka telah diselamatkan oleh Allah, mereka pun kembali ingkar dan bermaksiat kepada-Nya, serta tidak memedulikan lagi ajaran-Nya. Seolah-olah mereka lupa terhadap pertolongan yang telah Allah berikan.
    Selanjutnya yang kedua, perilaku kufur nikmat juga akan menggerus solidaritas sosial masyarakat, karena kufur nikmat akan melahirkan penyakit hubbud dunya wakarohiyatul maut, yaitu cinta dunia secara berlebihan dan takut akan kematian.
    Sedangkan yang ketiga, kufur nikmat akan menjadi pintu masuk terjadinya perang saudara antar sesama kelompok masyarakat. Apa yang terjadi di beberapa negara Islam di Timur Tengah seharusnya menjadi pelajaran berharga bagi umat ini. Ketika kufur nikmat dipertontonkan melalui dominasi penguasaan aset oleh segelintir elit penguasa yang hidup berfoya-foya, yang diikuti oleh ketidakpedulian mereka terhadap nasib sesama umat di belahan dunia yang lain, serta diinvestasikannya kekayaan ekonomi umat ke negara-negara kapitalis dengan motif mengejar keuntungan semata, dan menyisakan sedikit saja dana yang diinvestasikan ke negara-negara Islam lainnya, maka munculnya perang saudara sesungguhnya merupakan sebuah keniscayaan, sebagai teguran dari Allah SWT.
    4. Faktor-Faktor yang Menyebabkan Kufur
    a. kepercayaan kepada Allah yang sudah ada, tidak dikembangkan.
    b. tidak mau mengakui kebenaran karena sesuatu hal.
    c. adanya keraguaan dalam pikiran.
    d. karena pengaruh lingkungan.

    4. SYIRIK 
    1. Pengertian Syirik
    Menurut bahasa: Syirik adalah sebuah kata yang digunakan untuk mengungkapkan sesuatu yang terjadi antara dua orang atau lebih. 
    Menurut istilah syar’i: Syirik kepada Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa maksudnya menjadikan sekutu bagi Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa, baik dalam rububiyahnya ataupun uluhiyahnya, tetapi istilah syirik lebih sering digunakan untuk syirik dalam uluhiyahnya.

    2. Macam-Macam Syirik
    Para ulama berbeda pendapat dalam mengungkapkan pembagian syirik meski intinya tidak terlepas dari tiga penggunaan kata syirik yang telah dibahas di atas. Namun pembagian yang merangkum semuanya bisa kita katakan bahwa syirik terbagi menjadi dua: 
    1. Syirik Akbar.
                Syirik ini terbagi menjadi dua: 
    1) Syirik yang berkaitan dengan dzat Allah SWT  atau syirik dalam rububiyah Allah SWT. Syirik ini terbagi lagi menjadi dua: 
    a. Syirik dalam ta’thil, seperti syirik yang dilakukan oleh Fir’aun dan orang-orang atheis.
    b. Syirik yang dilakukan oleh orang yang menjadikan sembahan lain selain Allah SWT tetapi tidak menafikan asma (nama-nama), sifat-sifat dan rububiyah Nya, seperti syirik yang dilakukan oleh orang-orang Nashrani yang menjadikan Allah SWT  sebagai salah satu dari tiga Tuhan (trinitas). 
    2) Syirik yang berkaitan dengan ibadah kepada Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa atau syirik dalam uluhiyyah. Syirik ini ada empat jenis: 
    (1) Syirik dalam berdo’a; yaitu berdo’a kepada selain Allah SWT.
    (2) Syirik dalam niat, keinginan dan kehendak. Beramal karena ditujukan kepada selain Allah SWT menyebabkan pahalanya hilang. 
    (3) Syirik dalam keta’atan; yaitu seorang hamba taat kepada makhluk dalam perbuatan ma’shiyat kepada Allah SWT. 
    (4) Syirik dalam mahabbah; yaitu seorang hamba mencintai makhluk seperti cintanya kepada Allah SWT.
    2.Syirik Ashghar. 
    Syirik   Ashghar terbagimenjadi dua: 
    1) Yang Zhahir (tampak); 
    - mengerjakan amal dengan riya`. Melakukan perbuatan untuk selain Allah SWT  yang zhahir (tampak)nya untuk Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa, tetapi dalam hatinya tidak ikhlas karena Allah SWT.
    - dengan ucapan, seperti bersumpah dengan selain Allah SWT, perkataan: Ma Syaa Allah wa Syi`ta. 
    2) Yang Khafiyy (samar); 
    Yaitu sesuatu yang kadang-kadang, terjadi dalam perkataan atau perbuatan manusia tanpa ia sadari bahwa itu adalah syirik. 

    3. Akibat Syirik
    1).  Syirik merendahkan eksistensi kemanusiaan
    Syirik menghinakan kemuliaan manusia, menurunkan derajat dan martabatnya. Sebab Allah menjadikan manusia sebagai hamba Allah di muka bumi. Allah memuliakannya, mengajarkan seluruh nama-nama, lalu menundukkan baginya apa yang ada di langit dan di bumi semuanya. Allah telah menjadikan manusia sebagai penguasa di jagad raya ini. Tetapi kemudian ia tidak mengetahui derajat dan martabat dirinya. Ia lalu menjadikan sebagian dari makhluk Allah sebagai Tuhan dan sesembahan. Ia tunduk dan menghinakan diri kepadanya.
    Ada sebagian dari manusia yang menyembah sapi yang sebenarnya diciptakan Allah untuk manusia agar hewan itu membantu meringankan pekerjaannya. Dan ada pula yang menginap dan tinggal di kuburan untuk meminta berbagai kebutuhan mereka. Allah berfirman: “Dan berhala-berhala yang mereka seru selain Allah, tidak dapat membuat sesuatu apapun, sedang berhala-berhala itu (sendiri) di buat orang. (Berhala-berhala) itu benda mati, tidak hidup, dan berhala-berhala itu tidak mengetahui bilakah penyembah-penyembahnya akan dibangkitkan”. (Al-Hajj:20-21)
    “Barangsiapa mempersekutukan sesuatu dengan Allah maka ia seolah-olah jatuh dari langit lalu disambar oleh burung atau diterbangkan angin ketempat yang jauh”. (Al-Hajj: 31)

    2). Syirik adalah sarang khurofat dan kebatilan
    Dalam sebuah masyarakat yang akrab dengan perbuatan syirik, “barang dagangan” dukun, tukang nujum, ahli nujum, ahli sihir dan yang semacamnya menjadi laku keras.  Sebab mereka mendakwahkan (mengklaim) bahwa dirinya mengetahui ilmu ghaib yang sesungguhnya tak seorangpun mengetahuinya kecuali Allah. Jadi dengan adanya mereka, akal manusia dijadikan siap untuk menerima segala macam khurofat/takhayul serta mempercayai para pendusta . Sehingga dalam masyarakat seperti ini akan lahir generasi yang tidak mengindahkan ikhtiar (usaha) dan mencari sebab serta meremehkan sunnatullah (ketentuan Allah).

    3). Syirik membuat orang malas melakukan pekerjaan yang bermanfaat
    Syirik mengajarkan kepada para pengikutnya untuk mengandalkan para perantara, sehingga mereka meremehkan amal shalih. Sebaliknya mereka melakukan perbuatan dosa dengan keyakinan bahwa para perantara akan memberinya syafa’at di sisi Allah. Begitu pula orang-orang kristen melakukan berbagai kemungkaran, sebab mereka mempercayai Al-Masih telah menghapus dosa-dosa mereka ketika di salib. Sebagian umat Islam mengandalkan syafaat Rasulullah Shallallaahu alaihi wasallam tapi mereka meninggalkan kewajiban dan banyak melakukan perbuatan haram. Padahal Rasul Shallallaahu alaihi wa Sallam berkata kepada putrinya: “Wahai Fathimah binti Muhammad, mintalah dari hartaku sekehendakmu (tetapi) aku tidak bermanfaat sedikitpun bagimu di sisi Allah”. (HR. Al-Bukhari).

    4). Syirik menyebabkan pelakunya kekal dalam Neraka
    Syirik menyebabkan kesia-siaan dan kehampaan di dunia, sedang di akhirat menyebabkan pelakunya kekal di dalam Neraka. Allah berfirman: “Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya Surga dan tempatnya ialah Neraka, dan tidaklah ada bagi orang-orang dhalim itu seorang penolongpun”. (Al-Maidah: 72).





































    KESIMPULAN

    Akhlak  adalah suatu kebiasaan sikap dan perbuatan spontan dalam kehidupan sehari-hari yang telah tertanam dalam jiwa seseorang. Akhlak yang yang terpuji adalah segala kebiasaan perilaku yang baik, sedangkan akhlak yang tercela sebaliknya. Manusia merupakan khalifah dimuka bumi ini, Allah SWT pun mengkaruniakan kepada manusia kesempurnaan melebihi ciptaan Allah yang lain, meskipun dalam kesempurnaan tersebut juga terkandung keterbatasan. Oleh Allah SWT manusia dikaruniai Akal dan Nafsu dalam diri manusia pun dihembuskan Nur Ilahia, dari nur Ilahiah ini dalam diri manusia terdapat sifat-sifat Allah, namun selain sifat-sifat Allah tersebut ternyata manusia juga memiliki beberapa sifat yang pada makalah ini dibahas oleh penulis.Sifat-sifat tersebut ialah sifat Nifaq, Syirik, Kufur dan Iman. Nifaq ialah bahwa seseorang tersebut memperlihatkan sesuatu baik berupa ucapan, tingkah laku yang berlainan dengan yang ada dihatinya, Syirik ialah menyamakan Allah dengan zat selain Allah dalam Rububiyyah dan Uluhiyyah Allah SWT. Umumnya menyekutukan dalam Uluhiyyah Allah, kufur ialah tidak beriman kepada Allah dan Rasulnya, baik dengan mendustakannya atau tidak mendustakannya maksud mendustakan berarti menentang atau menolak sedangkan tidak mendustakan artinya hanya sekedar tidak iman dan tidak percaya, sedangkan iman ialah Membenarkan dengan hati, mengikrarkan dengan lisan dan mengamalkan dengan anggota badan.









    PENUTUP
    Demikan makalah ini yang dapat saya sampaikan, saya sadar masih banyak kurang sempurna, untuk itu kritik saran yang bersifat membantu sangat kami harapkan guna untuk kesempurnan selanjutnya. Terima kasih.

  • Copyright © 2013 - Nisekoi - All Right Reserved

    SMP NEGERI 3 PAMULIHAN Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan