Newest Post

Lahirnya Pancasila

| Selasa, 19 Agustus 2014
Lajengkeun »****
Pada tahun 1945 ditandai dengan kekalahan Jepang dalam perang melawan Sekutu di kawasan Asia Pasifik. Pemerintah Jepang memberikan janji kemerdekaan di wilayah pendudukannya, antara lain di Indonesia untuk mencegah terjadinya pemberontakan.
Untuk menanggapi kebijakan Jepang tersebut, maka dibentuklah Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) yang diketuai oleh Dr. Radjiman Wedyodiningrat. Badan penyelidik ini beranggotakan 58 orang dan terbagi dalam beberapa seksi serta satu panitia hukum dasar. Panitia hukum dasar beranggotakan 19 orang yang diketuai oleh Ir. Soekarno dan dalam perkembangannya berubah nama menjadi Panitia Undang-Undang Dasar. Dari Panitia Undang-Undang Dasar ini, dibentuk panitia kecil perancang Undang-undang Dasar yang dipimpin oleh Prof. Dr. Mr. Soepomo.
BPUPKI melaksanakan dua kali sidang resmi. Yang pertama pada tanggal 28 Mei sampai 1 Juni 1945 untuk membahas dasar negara, dab sidang kedua pada tanggal 10-17 Juni 1945 bentuk negara, wilayah negara, kewarganegaraan dan sebagainya. Sidang pertama BPUPKI membicarakan dasar negara pada tanggal 29 Mei, yang menampilkan pembicara antara lain; Muhammad Yamin, Prof Dr Soepomo, Ir Soekarno dan Ki Bagus Hadi Kusumo.
B.Pidato Muhammad Yamin tentang dasar negara;
(1)Peri kebangsaan, negara kebangsaan sesuai dengan peradaban bangsa
(2)peri kemanusiaan, kedaulatan harus berdasarkan peri kemanusiaan
(3)peri Ketuhanan, bangsa yang berperadapan luhur mempunyai Tuhan YME
(4)peri Kerakyatan, meliputi: 1)Permusyawaratan; dalam al Quran “Segala urusan harus dimusyawarahkan” 2)Perwakilan, keterpilihan orang yang memegang kekuasaan dan menjadi perwakilan 3)Kebijaksanaan, nasionalisme sebagai Hikmat kebijaksanaan dalam pimpinan kerakyatan :
a)Paham Negara, negara RI merupakan negara kesatuan, berkedaulatan dan kerakyatan
b)Pembelaan Negara; prinsip soal kemiliteran, pembelaan negara dan pertahanan negara
c)Budi negara; 1.Setia Negara 2.Tenaga Negara 3.Kemerdekaan
(5)Kesejahteraan rakyat.
C.Pidato Prof Dr Soepomo
Syarat mutlak suatu negara yakni daerah, rakyat, pemerintah yang berdaulat berdasar hukum internasional. Negara Indonesia berciri; Musyawarah, negara integralistik dan persatuan.
D.Pidato Ir Soekarno tentang Dasar Negara
(1)Kebangsaan, negara didirikan untuk semua orang atas dasar kebangsaan
(2)Internasionalisme, Pendirian negara RI menuju pada kekeluargaan bangsa-bangsa
(3)Mufakat,Perwakilan dan Permusyawaratan, agar kuat negara perlu pemusyawaratan
(4)Kesejahteraan Sosial. Ekonomi yang mampu mendatangkan kesejahteraan sosial.
D.Pidato Ki Bagoes Hadi Koesumo tentang Dasar Negara
1)Iman/kepercayaan kepada Allah
2)Beribadah dan berbakti kepada Allah
3)Beramal sholeh
4)Berjihad di jalan Allah .
Dari tim 9 yang dibentuk untuk menyusun Pembukaan Undang-Undang Dasar terjadi diskusi dan tawar menawar yang cukup alot antara aliran Islam dan nasionalis dan akhirnya muncul dengan dasar negara dengan “kewajiban menjalankan syariat Islam bagi para pemeluknya” yang dikenal dengan nama Piagam Jakarta.
Namun akhirnya muncul kerelaan untul lebih mendahulukan kepentingan bangsa sehingga pernyataan “kewajiban menjalankan syariat Islam bagi para pemeluknya” dihilangkan. Ada suasana kebatinan dan kebijaksanaan yang kuat sekali dalam musyawarah para pendiri bangsa (founding fathers) ketika menyusun dasar negara sehingga perbedaan yang ada dapat diselesaikan dan dasar negara Pancasila tersusun seperti yang ada sekarang. (DP)

Lahirnya Pancasila

Posted by : Firman Hakiki
Date :Selasa, 19 Agustus 2014
With 0KOMENTAR

Tokoh Kunci di Balik Proklamasi 17 Agustus 1945

|
Lajengkeun »****
Kemerdekaan Indonesia yang diproklamasikan pada 17 Agustus 1945 merupakan tonggak perjuangan merebut kekuasaan dari tangan penjajah. Dengan adanya proklamasi Negara republik Indonesia berarti bangsa Indonesia memiliki hak untuk menentukan nasib sendiri dan lepas dari intervensi asing. Momentum proklamasi tersebut merupakan perjuangan seluruh komponen bangsa. Namun ada beberapa nama yang menjadi actor atau tokoh utama dibalik proklamasi kemerdekaan RI. Siapa tokoh-tokoh tersebut?
1. Soekarno dan M. Hatta
Soekarno Hatta bersama tokoh-tokoh nasional lainnya mulai mempersiapkan diri menjelang Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. Berdasarkan sidang yang diadakan oleh Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) panitia kecil untuk upacara proklamasi yang terdiri dari delapan orang resmi dibentuk. Pada tanggal 17 Agustus 1945, Indonesia memplokamirkan kemerdekaannya. Teks proklamasi secara langsung dibacakan oleh Soekarno yang semenjak pagi telah memenuhi halaman rumahnya di Jl.Pegangsaan Timur 56, Jakarta. Pada tanggal 18 Agustus 1945, Soekarno dan Mohammad Hatta diangkat oleh PPKI menjadi Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia. Pada tanggal 29 Agustus 1945 pengangkatan Presiden Soekarno dan Wakil Presiden Mohammad Hatta dikukuhkan oleh KNIP.
2. Sayuti Melik
Ia turut hadir dalam peristiwa perumusan naskah Proklamasi dan menjadi anggota susulan PPKI. Setelah itu ia menjadi anggota Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP).Beliau adalah tokoh yang mengetik naskah teks proklamasi setelah disempurnakan dari naskah tulisan tangan asli. Teks proklamasi tulisan tangan Bung Karno diketik oleh Sayuti Melik dengan beberapa perubahan kata.
3. Sukarni dan 10 tokoh pemuda
Sukarni adalah tokoh pemuda yang sebelumnya pernah memimpin asrama angkatan baru yang berlokasi di Menteng Raya 31. Sewaktu kabar kekalahan Jepang dalam Perang Pasifik samar-samar terdengar, Sukarni dan beberapa pemuda radikal mendesak kemerdekaan segera diproklamasikan. Mereka menculik Sukarno-Hatta ke Rengasdengklok. Sempat terjadi silang pendapat antara kedua generasi itu, Sukarno-Hatta akhirnya setuju dan keesokan harinya membacakan proklamasi.
Tokoh pemuda revolusioner yang berperan mendorong sangat keras Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 yaitu : Sukarni, Chaenal Saleh, A.M. Hanafi, Adam Malik, Wikana, Pandu Kartawiguna, Maruto Nitimihardjo, Kusnaeni (Pancen), Darwis, Djohar Nur, dan Armunanto. Kelompok pemuini dinamakan Komite van Aksi Proklamasi di mana Sukarni berfungsi sebagai Ketua. Chairul Saleh berfungsi sebagai Wakil Ketua, dan AM. Hanafi berfungsi Sekretaris Umum, dan tokoh-tokoh lainnya berfungsi sebagai Anggota Komite. Oleh karena Sukarno-Hatta terlihat ragu-ragu menerima dorongan keras, maka para pemuda revolusioner mengambil keputusan untuk mengasingkan Sukarno Hatta ke luar kota Jakarta, dan kejadian ini kemudian terkenal sebagai ”penculikan Rengas Dengklok
4. B.M. Diah
Beliau merupakan tokoh yang berperan sebagai wartawan dalam menyiarkan kabar berita Indonesia Merdeka ke seluruh penjuru tanah air.
5. Latif Hendraningrat, S. Suhud dan Tri Murti
Mereka berperan penting dalam pengibaran bendera merah putih pada acara proklamasi 17-08-1945. Tri Murti sebagai petugas pengibar pemegang baki bendera merah putih.
6. Syahrudin
Adalah seorang telegraphis pada kantor berita Jepang yang mengabarkan berita proklamasi kemerdekaan Negara Indonesia ke seluruh dunia secara sembunyi-sembunyi ketika personil Jepang istirahat pada tanggal 17 agustus 1945 jam 4 sore.
7. Soewirjo
Beliau adalah walikota Jakarta Raya yang mengusahakan kegiatan upacara proklamasi yang diadakan di jalan Pegangsaan Timur no 56 Jakarta Pusat atau kediaman bung Karno. (DP / berbagai sumber)

Tokoh Kunci di Balik Proklamasi 17 Agustus 1945

Posted by : Firman Hakiki
Date :
With 0KOMENTAR

Makna lima sila dalam Pancasila

|
Lajengkeun »****
Makna lima sila dalam Pancasila akan dijelaskan pada artikel ini. Pancasila terdiri atas lima asas moral yang relevan menjadi dasar negara RI. Dalam kedudukannya sebagai falsafah hidup dan cita-cita moral, secara ringkas dapat dinyatakan bahwa:
Sila Pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa; menuntut setiap warga negara mengakui Tuhan Yang Maha Esa sebagai pencipta dan tujuan akhir, baik dalam hati dan tutur kata maupun dalam tingkah laku sehari-hari. Konsekuensinya adalah Pancasila menuntut umat beragama dan kepercayaan untuk hidup rukun walaupun berbeda keyakinan.
Sila Kedua, Kemanusiaan yang adil dan beradab; mengajak masyarakat untuk mengakui dan memperlakukan setiap orang sebagai sesama manusia yang memiliki martabat mulia serta hak-hak dan kewajiban asasi. Dengan kata lain,  ada sikap untuk menjunjung tinggi martabat dan hak-hak asasinya atau bertindak adil dan beradap terhadapnya.
Makna lima sila dalam Pancasila untuk sila Ketiga, Persatuan Indonesia;  menumbuhkan sikap masyarakat untuk mencintai tanah air, bangsa dan negara Indonesia, ikut memperjuangkan kepentingan-kepentingannya, dan mengambil sikap solider serta loyal terhadap sesama warga negara.
Sila Keempat, Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawarahan/perwakilan;  mengajak masyarakat untuk bersikap peka dan ikut serta dalam kehidupan politik dan pemerintahan negara, paling tidak secara tidak langsung bersama sesama warga atas dasar persamaan tanggung jawab sesuai dengan kedudukan masing-masing.
Makna lima sila dalam Pancasila untuk sila Kelima, Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia; mengajak masyarakat aktif dalam memberikan sumbangan yang wajar sesuai dengan kemampuan dan kedudukan masing-masing kepada negara demi terwujudnya kesejahteraan umum, yaitu kesejahteraan lahir dan batin selengkap mungkin bagi seluruh rakyat.
Etika Politik Kenegaraan
Dalam kedudukannya sebagai etika politik kenegaraan, ditegaskan bahwa makna lima sila dalam Pancasila:
Sila pertama, negara wajib:
(1)  Menjamin kemerdekaan setiap warga negara tanpa diskriminasi untuk beribadah menurut agama dan kepercayaannya dengan menciptakan suasana yang baik.
(2)  Memajukan toleransi dan kerukunan agama
(3)  Menjalankan tugasnya untuk meningkatkan kesejahteraan umum sebagai tanggung jawab yang suci.
Sila Kedua, mewajibkan:
(1)  Negara untuk mengakui dan memperlakukan semua warga sebagai manusia yang dikaruniai martabat mulia dan hak-hak serta kewajiban kewajiban asasi
(2)  Semua bangsa sebagai warga dunia bersama-sama membangun di dunia baru yang lebih baik berdasar kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial
Sila ketiga mewajibkan negara untuk membela dan mengembangkan Indonesia sebagai suatu negara yang bersatu, memiliki solidaritas yang tinggi dan hidup rukun, membina dan menjunjung tinggi kebudayaan dan kepribadian nasional, serta memperjuangkan kepentingan nasional.
Sila keempat mewajibkan negara untuk mengakui dan menghargai kedaulatan rakyat serta mengusahakan agar rakyat melaksanakan kedaulatannya secara demokratis tanpa diskriminasi melalui wakil-wakilnya. Negara wajib mendengarkan suara rakyat dan memperjuangkan kepentingan seluruh rakyat.
Sila Kelima mewajibkan negara untuk:
(1)  Mengikutsertakan seluruh rakyat dalam kehidupan ekonomi, sosial dan budaya
Membagi beban dan hasil usaha bersama secara proporsional di antara semua warha negara dengan memperhatikan secara khusus mereka yang lemah kedudukannya agar tidak terjadi ketidakadilan serta kewenang-wenangan dari pihak yang kuat terhadap pihak yang lemah.
Semoga tulisan ini bermanfaat agar kita paham mengenai makna lima sila dalam Pancasila.

Makna lima sila dalam Pancasila

Posted by : Firman Hakiki
Date :
With 0KOMENTAR

Indonesia Raya : Tekad, Harapan, dan Tugas

|
Lajengkeun »****

NKRI

Sadarkah kita bahwa susunan lirik dari lagu Indonesia Raya merupakan soneta atau sajak 14 baris yang terdiri dari satu oktaf [atau dua kuatren] dan satu sekstet.
Indonesia Raya yang diciptakan oleh Wage Rudolf Supratman dan dilantunkan pertama kali pada Kongres Pemuda di Batavia [sekarang Jakarta] pada tanggal 28 Oktober 1928 itu masih berupa musik saja [instrumentalia], dan baru pada tahun 1935 tercipta liriklagunya dalam 3 bait.
Lirik Indonesia Raya merupakan seloka atau pantun berangkai, menyerupai cara empu Walmiki ketika menulis epik Ramayana, dan mengilhami para seniman angkatan Pujangga Baru untuk menggunakan soneta sebagai bentuk ekspresi puitis.
Kekuatan dan kedalaman liriknya sangat avant garde, mengingat sang pencipta Wage Rudolf Supratman sendiri meninggal dunia pada tahun 1938 atau 7 tahun sebelum kemudian lagu yang diciptakannya dikukuhkan menjadi lagu kebangsaan.
Seorang komponis yang sangat nasionalis sekaligus visioner yang lewat karya dan proses yang menuntunnya ikut mengawal bangsa kita untuk selalu ingat akan hakikatnya sebagai bangsa yang besar, persis sejalan dengan garis dari leluhur kita tentang Nusantara, yaitu:
“Negara kang panjang punjung pasir wukir, gemah ripah loh jinawi, tata tentrem kerto raharjo”
Marilah Kita Berjanji, Indonesia Abadi !

Indonesia Raya
ciptaan Wage Rudolf Supratman

Bait I
Indonesia Tanah Airku,
Tanah Tumpah Darahku,
Disanalah Aku Berdiri
Jadi Pandu Ibuku,
Indonesia, Kebangsaanku,
Bangsa Dan Tanah Airku,
Marilah Kita Berseru,
Indonesia Bersatu!
Hiduplah Tanahku,
Hiduplah Negriku,
Bangsaku, Rakyatku semuanya!
Bangunlah Jiwanya,
Bangunlah Badannya,
Untuk Indonesia Raya!

Bait II
Indonesia, Tanah Yang Mulia,
Tanah Kita Yang Kaya,
Disanalah Aku Berdiri,
Untuk Slama-lamanya,
Indonesia Tanah Pusaka,
Pusaka Kita Semuanya,
Marilah Kita Mendoa
Indonesia Bahagia!
Suburlah Tanahnya,
Suburlah Jiwanya,
Bangsanya, Rakyatnya, Semuanya!
Sadarlah Hatinya,
Sadarlah Budinya,
Untuk Indonesia Raya!

Bait III
Indonesia, Tanah Yang Suci,
Tanah Kita Yang Sakti,
Disanalah Aku Berdiri,
Menjaga Ibu Sejati,
Indonesia Tanah Berseri,
Tanah Yang Aku Sayangi,
Marilah Kita Berjanji,
Indonesia Abadi!
Slamatlah Rakyatnya,
Slamatlah Putranya,
Pulaunya, Lautnya, Semuanya!
Majulah Negrinya,
Majulah Pandunya,
Untuk Indonesia Raya!

Reff:
Indonesia Raya, Merdeka, Merdeka,
Tanahku, Negriku Yang Kucinta,
Indonesia Raya, Merdeka, Merdeka,
Hiduplah Indonesia Raya!
Indonesia Raya, Merdeka, Merdeka,
Tanahku, Negriku Yang Kucinta,
Indonesia Raya, Merdeka, Merdeka,
Hiduplah Indonesia Raya!

PEMAHAMAN:
Lagu Kebangsaan kita, “Indonesia Raya” ciptaan Wage Rudolf Supratman dengan versi utuh 3 bait ini sungguh sangat membangkitkan rasa Nasionalisme kita, sangat terasa getar dan spirit dari semua leluhur bangsa kita yang seakan-akan menuntun langsung proses dari
penciptaan lirik-lirik ini, sekiranya sudah saatnya semua rakyat kita ikut menyimak dan memahami keseluruhan isi dari lagu Indonesia Raya ini.
Benang merah dari bait kesatu – kedua – ketiga :
~ bait kesatu
Aku berdiri jadi Pandu Ibuku dengan cara membangun jiwa dan raga.
~ bait kedua
Aku berdiri untuk selamanya, karena Indonesia Tanah Pusaka, maka dari itu . . . lewat doa, di-doakanlah supaya tanahnya harus subur, dan jiwa rakyatnya juga subur, jiwa rakyat disini lebih merupakan paduan antara hati [bathin] dan budi [perilaku].
~ bait ketiga
Indonesia Tanah yang Suci dan Sakti, maka dari itu : aku berdiri menjaga sang Ibu, agar tanah ini berseri.
Berjanjilah Indonesia Abadi, dengan cara: selamatkan rakyat, selamatkan putra terpilih, maka “Negeri ini dan pemimpinnya akan maju”.
Inti dan benang merah dari keutuhan 3 bait itu adalah :
Tekad, Harapan, dan Tugas!
( Dari berbagai sumber )

Indonesia Raya : Tekad, Harapan, dan Tugas

Posted by : Firman Hakiki
Date :
With 0KOMENTAR

Sekilas Makna Lambang Negara Garuda Pancasila

|
Lajengkeun »****
pancasila 4


Undang-Undang Dasar 1945 menyatakan bahwa Lambang Negara Republik Indonesia adalah Garuda Pancasila, Hal ini dipertegaskan oleh Pemerintah Republik Indonesia dengan mengeluarkan Peraturan Pemerintah No. 66 Tahun 1951 tentang Lambang Negara yang menetapkan Garuda Pancasila sebagai Lambang Negara Republik Indonesia.
Penggunaan Garuda Pancasila sebagai Lambang Negara juga diatur dalam UU No. 24 Tahun 2009 yang menyatakan bahwa “Lambang Negara Kesatuan Republik Indonesia berbentuk Garuda Pancasila yang kepalanya menoleh lurus ke sebelah kanan, perisai berupa jantung yang digantung dengan  rantai pada leher Garuda, dan Semboyan Bhinneka Tunggal Ika ditulis diatas pita yang dicengkeram oleh Garuda”.
Burung Garuda berwarna kuning emas mengepakkan sayapnya dengan gagah menoleh ke kanan. Dalam tubuhnya mengemas kelima dasar dari Pancasila.  Di tengah tameng yang bermakna benteng ketahanan filosofis, terbentang garis tebal yang bermakna garis khatulistiwa, yang merupakan lambang geografis lokasi Indonesia.
Secara tegas bangsa Indonesia telah memilih burung Garuda sebagai lambang kebangsaannya yang besar, karena garuda adalah burung yang penuh percaya diri, energik dan dinamis.  Ia terbang menguasai angkasa dan memantau keadaan sendiri, tak suka bergantung pada yang lain.  Garuda yang merupakan lambang pemberani dalam mempertahankan wilayah, tetapi dia pun akan menghormati wilayah milik yang lain sekalipun wilayah itu milik burung yang lebih kecil.  Warna kuning emas melambangkan bangsa yang besar dan berjiwa priyagung sejati.
Burung garuda yang juga punya sifat sangat setia pada kewajiban sesuai dengan budaya bangsa yang dihayati secara turun temurun.  Burung garuda pun pantang mundur dan menyerah. Legenda semacam ini juga diabadikan sangat indah oleh nenek moyang bangsa Indonesia pada candi dan di berbagai prasasti sejak abad ke-15.

Makna Lambang Garuda Pancasila
Burung Garuda melambangkan kekuatan.Warna emas pada burung Garuda melambangkan kejayaan.Perisai di tengah melambangkan pertahanan bangsa Indonesia. Masing-masing simbol di dalam perisai melambangkan sila-sila dalam Pancasila, yaitu:
Bintang melambangkan sila Ketuhanan Yang Maha Esa [sila ke-1].
Rantai melambangkan sila Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab [sila ke-2].
Pohon Beringin melambangkan sila Persatuan Indonesia [sila ke-3].
Kepala banteng melambangkan sila Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan dan Perwakilan [sila ke-4].
Padi dan Kapas melambangkan sila Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia [sila ke-5].

Warna merah-putih melambangkan warna bendera nasional Indonesia. Merah berarti berani dan putih berarti suci. Garis hitam tebal yang melintang di dalam perisai melambangkan wilayah Indonesia yang dilintasi Garis Khatulistiwa.

Makna Jumlah Bulu pada Burung Garuda
Jumlah bulu melambangkan hari proklamasi kemerdekaan Indonesia (17 Agustus 1945), antara lain:
Jumlah bulu pada masing-masing sayap berjumlah 17
Jumlah bulu pada ekor berjumlah 8
Jumlah bulu dibawah perisai/pangkal ekor berjumlah 19
Jumlah bulu pada leher berjumlah 45
Pita yang dicengkeram oleh burung garuda bertuliskan semboyan negara Indonesia, yaitu Bhinneka Tunggal Ika yang berarti “walaupun berbeda beda, tetapi tetap satu”.
Lagu Garuda Pancasila diciptakan oleh Sudharnoto sebagai lagu wajib perjuangan Indonesia.

Lirik lagu Garuda Pancasila:
Garuda Pancasila
Akulah pendukungmu
Patriot proklamasi
Sedia berkorban untukmu
Pancasila dasar negara
Rakyat adil makmur sentosa
Pribadi bangsaku
Ayo maju maju
Ayo maju maju
Ayo maju maju
(Dirangkum dari Berbagai sumber)

Sekilas Makna Lambang Negara Garuda Pancasila

Posted by : Firman Hakiki
Date :
With 0KOMENTAR
Prev
▲Top▲