Indonesia Raya : Tekad, Harapan, dan Tugas


NKRI

Sadarkah kita bahwa susunan lirik dari lagu Indonesia Raya merupakan soneta atau sajak 14 baris yang terdiri dari satu oktaf [atau dua kuatren] dan satu sekstet.
Indonesia Raya yang diciptakan oleh Wage Rudolf Supratman dan dilantunkan pertama kali pada Kongres Pemuda di Batavia [sekarang Jakarta] pada tanggal 28 Oktober 1928 itu masih berupa musik saja [instrumentalia], dan baru pada tahun 1935 tercipta liriklagunya dalam 3 bait.
Lirik Indonesia Raya merupakan seloka atau pantun berangkai, menyerupai cara empu Walmiki ketika menulis epik Ramayana, dan mengilhami para seniman angkatan Pujangga Baru untuk menggunakan soneta sebagai bentuk ekspresi puitis.
Kekuatan dan kedalaman liriknya sangat avant garde, mengingat sang pencipta Wage Rudolf Supratman sendiri meninggal dunia pada tahun 1938 atau 7 tahun sebelum kemudian lagu yang diciptakannya dikukuhkan menjadi lagu kebangsaan.
Seorang komponis yang sangat nasionalis sekaligus visioner yang lewat karya dan proses yang menuntunnya ikut mengawal bangsa kita untuk selalu ingat akan hakikatnya sebagai bangsa yang besar, persis sejalan dengan garis dari leluhur kita tentang Nusantara, yaitu:
“Negara kang panjang punjung pasir wukir, gemah ripah loh jinawi, tata tentrem kerto raharjo”
Marilah Kita Berjanji, Indonesia Abadi !

Indonesia Raya
ciptaan Wage Rudolf Supratman

Bait I
Indonesia Tanah Airku,
Tanah Tumpah Darahku,
Disanalah Aku Berdiri
Jadi Pandu Ibuku,
Indonesia, Kebangsaanku,
Bangsa Dan Tanah Airku,
Marilah Kita Berseru,
Indonesia Bersatu!
Hiduplah Tanahku,
Hiduplah Negriku,
Bangsaku, Rakyatku semuanya!
Bangunlah Jiwanya,
Bangunlah Badannya,
Untuk Indonesia Raya!

Bait II
Indonesia, Tanah Yang Mulia,
Tanah Kita Yang Kaya,
Disanalah Aku Berdiri,
Untuk Slama-lamanya,
Indonesia Tanah Pusaka,
Pusaka Kita Semuanya,
Marilah Kita Mendoa
Indonesia Bahagia!
Suburlah Tanahnya,
Suburlah Jiwanya,
Bangsanya, Rakyatnya, Semuanya!
Sadarlah Hatinya,
Sadarlah Budinya,
Untuk Indonesia Raya!

Bait III
Indonesia, Tanah Yang Suci,
Tanah Kita Yang Sakti,
Disanalah Aku Berdiri,
Menjaga Ibu Sejati,
Indonesia Tanah Berseri,
Tanah Yang Aku Sayangi,
Marilah Kita Berjanji,
Indonesia Abadi!
Slamatlah Rakyatnya,
Slamatlah Putranya,
Pulaunya, Lautnya, Semuanya!
Majulah Negrinya,
Majulah Pandunya,
Untuk Indonesia Raya!

Reff:
Indonesia Raya, Merdeka, Merdeka,
Tanahku, Negriku Yang Kucinta,
Indonesia Raya, Merdeka, Merdeka,
Hiduplah Indonesia Raya!
Indonesia Raya, Merdeka, Merdeka,
Tanahku, Negriku Yang Kucinta,
Indonesia Raya, Merdeka, Merdeka,
Hiduplah Indonesia Raya!

PEMAHAMAN:
Lagu Kebangsaan kita, “Indonesia Raya” ciptaan Wage Rudolf Supratman dengan versi utuh 3 bait ini sungguh sangat membangkitkan rasa Nasionalisme kita, sangat terasa getar dan spirit dari semua leluhur bangsa kita yang seakan-akan menuntun langsung proses dari
penciptaan lirik-lirik ini, sekiranya sudah saatnya semua rakyat kita ikut menyimak dan memahami keseluruhan isi dari lagu Indonesia Raya ini.
Benang merah dari bait kesatu – kedua – ketiga :
~ bait kesatu
Aku berdiri jadi Pandu Ibuku dengan cara membangun jiwa dan raga.
~ bait kedua
Aku berdiri untuk selamanya, karena Indonesia Tanah Pusaka, maka dari itu . . . lewat doa, di-doakanlah supaya tanahnya harus subur, dan jiwa rakyatnya juga subur, jiwa rakyat disini lebih merupakan paduan antara hati [bathin] dan budi [perilaku].
~ bait ketiga
Indonesia Tanah yang Suci dan Sakti, maka dari itu : aku berdiri menjaga sang Ibu, agar tanah ini berseri.
Berjanjilah Indonesia Abadi, dengan cara: selamatkan rakyat, selamatkan putra terpilih, maka “Negeri ini dan pemimpinnya akan maju”.
Inti dan benang merah dari keutuhan 3 bait itu adalah :
Tekad, Harapan, dan Tugas!
( Dari berbagai sumber )

Comments

Popular posts from this blog

Proses-Proses Khusus Yang Terjadi Di Lapisan Lithosfer Dan Atmosfer Yang Terkait Dengan Perubahan Zat Dan Kalor

SISTEM KOORDINASI DAN ALAT INDRA PADA MANUSIA